Memulai Gaya Hidup Minimalis: Merapihkan Folder Dan File Di Dropbox

Beberapa waktu lalu saya melihat video Raditya Dika di Youtube, yang membahas kenapa dia menjual semua koleksi jam tangan mahalnya. Videonya bisa dilihat disini.

Intinya dalam video itu Raditya Dika juga menjelaskan bahwa kini ia sedang menjalani hidup dengan gaya minimalis.

Setelah melihat video tersebut, saya juga tertarik dengan yang namanya gaya hidup minimalis.

Walaupun sebenarnya saya sudah tahu mengenai gaya hidup ini sebelum melihat video Raditya Dika tersebut, tapi belum sampai mendalam.

Akhirnya saya browsing-browsing lagi mengenai gaya hidup minimalis.

Jadi, seperti yang dijelaskan Radit di videonya dan beberapa penjelasan lain di internet, inti dari gaya hidup minimalis adalah hanya menggunakan barang-barang yaang memiliki nilai (benar-benar berguna dan kita gunakan).

Jika ada barang yang tidak kita gunakan lagi, maka lebih baik dibuang atau dijual.

Intinya adalah kita bisa menggunakan semua barang yang ada dengan semaksimal mungkin. Kira-kira begitu yang saya tangkap.

Nah, saya juga tertarik untuk menjalani hidup seperti itu.

Karena pekerjaan saya lebih banyak di internet, maka semua file juga berupa digital. Saya menyimpan sebagian besar file saya di Dropbox.

Saya kemudian memutuskan untuk bersih-bersih dan beres-beres file dan folder di akun Dropbox saya.

Tadinya saya punya cukup banyak folder dan file di Dropbox, dan setelah pembersihan, kini hanya tersedia 3 folder utama. Yaitu:

  • Camera Upload: untuk menyimpan semua foto dari HP
  • Document: untuk menyimpan dokumen-dokumen kerjaan
  • Video: ya, sama seperti namanya, untuk menyimpan video

Untuk folder dan file di laptop, saya hampir tidak menyimpan apa-apa. Karena memang saya menyimpan semuanya di cloud. Mulai dari foto, video, doc, dan lain-lain.

Setelah melakukan pembersihan, kini Dropbox saya jadi lebih tertata dan bersih.

Tertata karena hanya tersisa 3 folder utama, sehingga saya bisa mengakses semuanya dengan lebih cepat.

Lebih bersih karena saya sudah menghapus semua file dan folder yang sudah tidak digunakan.

Jadi, yang tersisa hanya yang memang penting saja.

Iklan

Beberapa cara yang saya lakukan untuk promosi blog

Ada banyak cara yang bisa kita gunakan untuk mempromosikan blog. Mulai dari cara-cara yang sederhana dan paling mudah seperti melakukan blogwalking, hingga dengan content placement.

Nah, kali ini saya akan share beberapa cara yang saya gunakan untuk mempromosikan blog-blog saya. Tentu saja blog-blog utama saya ya, bukan blog personal ini. Siapa tau bisa kamu terapkan juga ke blog-blog kamu.

1. Promosi di forum

Promosi di forum adalah salah satu cara termurah yang bisa kita gunakan.

Cara yang saya gunakan biasanya dengan memposting tulisan di forum tersebut.

Kemudian di akhir thread, saya berikan link menuju ke blog saya.

Jika thread yang kita buat bagus, maka kita akan mendapatkan traffic gratis dalam jumlah besar.

Thread yang saya tulis pernah beberapa kali menjadi hot thread di Kaskus.

Alhasil, dalam beberapa hari setelah thread tersebut tayang, saya mendapatkan cukup banyak traffic tambahan dari Kaskus ke blog.

2. Membuat gambar-gambar berisi informasi

Yang satu ini mungkin jarang diterapkan oleh blogger di Indonesia. Tapi ini sangat berpotensi untuk meningkatkan traffic blog dan membuat orang-orang kenal dengan blog kita.

Idenya sederhana. Yaitu membuat gambar yang menarik, kemudian disertai dengan informasi didalamnya.

Kamu mungkin sering melihat gambar-gambar semacam ini di akun Instagram yang berisi info-info menarik. Nah, idenya sama persis seperti itu. Kemudian didalam gambar kita berikan url blog.

Dengan begitu orang-orang yang penasaran akan mengunjungi blog kita. Sedangkan untuk penyebaran gambarnya biasa saya sebarkan di Instagram, Facebook, dan juga Pinterest.

3. Membuat profil di berbagai sosial media

Nah, untuk yang satu ini bisa dikategorikan wajib. Terutama untuk saya sendiri.

Gimana sih caranya?

Gampang. Kamu cukup buat profil di beberapa sosial media terkenal seperti Facebook, Instagram, Google Plus dan juga LinkedIn.

Untuk FB, kamu bisa buat Fanspage agar orang-orang tahu bahwa akun tersebut bukanlah akun pribadi. Berikutnya untuk Instagram biasanya saya gunakan untuk memposting gambar-gambar yang saya buat pada poin 2 diatas.

Untuk Google Plus saya menggunakan akun yang saya beri nama sesuai dengan blog yang saya promosikan.

Tertarik untuk menerapkan cara-cara promosi blog diatas?

 

Pengalaman “menjemput” PIN Google AdSense di kantor pos

Sama seperti blogger lainnya (terutama yang menggunakan AdSense sebagai penghasilan utama), saya juga pernah mengalami masa-masa “mendebarkan” menunggu datangnya PIN Google AdSense ke rumah. Beruntung, saya sudah membaca cukup banyak curhatan blogger lain yang sudah lebih berpengalaman.

Menurut banyak cerita yang saya baca di blog pribadi, forum dan juga grup, kebanyakan PIN Google AdSense akan “nyangkut” di kantor pos. Walaupun ada juga beberapa blogger yang mengaku bahwa PIN nya datang ke rumah dengan selamat.

Nah, kebetulan saya mengalami yang dialami sebagian blogger, yaitu PIN Google AdSense saya “nyangkut” di kantor pos. Tapi, seperti yang sudah saya ceritakan diatas, saya sudah membaca banyak artikel tentang hal tersebut jadi saya memang sudah berasumsi bahwa hal tersebut memang akan terjadi juga pada saya. Dan benar saja.

Akhirnya, berdasarkan masukan dari beberapa blogger di grup, saya “menjemput” PIN saya langsung ke kantor pos.

Awalnya saya datang ke kantor pos terdekat. Tapi oleh mbak-mbak counternya saya di arahkan ke kantor pusat di kota saya. Kata mbaknya, kemungkinan PIN Google AdSense tersebut “nyangkut” disana.

Ok, tanpa pikir panjang saya langusng meluncur ke alamat kantor pos pusat yang diberikan oleh mbak tadi.

Di kantor pos pusat, saya melapor ke penjaga dan langsung di arahkan ke bagian belakang. Saya kemudian disuruh menghadap ke salah satu orang disana. Kemungkinan beliau adalah semacam “kepala bagian”. Yang mengurusi pengiriman paket-paket di kota tersebut.

“Permisi, Pak. Saya dapat kiriman surat dari luar negeri, tapi sudah sebulan lebih belum sampai ke rumah. Suratnya seperti ini Pak” ucap saya kemudian memperlihatkan contoh PIN Google AdSense.

Sepertinya keberuntungan memang sedang berpihak kepada saya. Bapak tersebut sepertinya langsung “ngeh”.

“Oh, Google AdSense ya?” tanya beliau kemudian mengambil setumpuk surat.

“Iya Pak” saya juga memberikan bukti berupa KK yang menunjukkan nama saya.

Saya membantu Bapak tersebut untuk mencari PIN Google AdSense saya.

Dan tidak lama, ada surat dengan nama saya.

Yes.

“Ini ya?” tanya Bapak tersebut.

“Iya benar Pak”

Setelah itu Bapak tersebut juga sempat bercerita bahwa PIN Google AdSense memang sudah jadi “langganan” nyangkut di kantor pos. Katanya banyak orang yang menuliskan alamat tidak lengkap di surat tersebut, jadi tidak bisa diantarkan.

Nah, berdasarkan cerita dari Bapak tersebut, bisa saya simpulkan bahwa sebenarnya PIN akan diantarkan ke rumah kita jika memang alamatnya jelas. Saat pendaftaran Google AdSense, berikan alamat dengan sejelas-jelasnya. Agar nanti bapak pos bisa mengantarkannya dengan cepat ke rumah.

Pengalaman menggunakan VPS: website lebih ringan, visitor berdatangan

Sekitar satu bulan lalu, saya akhirnya memutuskan untuk membeli vps. Karena hosting untuk Androbuntu sudah penuh.

Untuk menampung jumlah visitor mungkin masih kuat. Karena saya jarang sekali melihat Androbuntu sampai down dan tidak bisa di akses.

Yang jadi kendala adalah sudah penuhnya kapasitas hosting. Jadi saya dan teman-teman penulis Androbuntu lainnya tidak bisa upload file ke Androbuntu.

Alhasil kami pun tidak posting selama 2 hari.

Setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya memutuskan menggunakan VPS dari Digital Ocean.

Singkat cerita, kini Androbuntu sudah tidak disimpan di hosting biasa lagi. Tapi di VPS.

Lantas, apa saja perbedaan yang dirasakan?

1. Website jadi lebih enteng

Perbedaan yang saya rasakan pertama kali saat mengakses Androbuntu (baik halaman depan ataupun admin) adalah websitenya jadi enteng dan ringan.

Di halaman admin, saya bisa bolak balik dari satu menu ke menu lainnya dengan cepat. Tidak seperti ketika menggunakan shared hosting.

Saya juga bisa upload gambar dengan waktu yang lebih cepat.

Intinya performa Androbuntu secara keseluruhan jadi meningkat.

2. Visitor meningkat drastis

Saya tidak tahu ini adalah sebuah kebetulan atau memang karena peran VPS.

Tapi tepat sehari setelah Androbuntu dipindahkan ke VPS, traffic nya mengalami peningkatan yang signifikan. Hingga 50%.

3. VPS ternyata lebih murah

Sebelumnya saya menggunakan hosting khusus WordPress dari penyedia di Indonesia.

Dan kalau di hitung-hitung VPS di DO ternyata jauh lebih murah.

Dengan performa yang lebih baik serta lebih fleksibel dalam mengatur VPS.

Apalagi VPS ini bisa digunakan untuk menghost beberapa website.

Sempat menyesal kenapa tidak dari dulu pakai VPS.

Secara keseluruhan menggunakan VPS sangat layak jadi pertimbangan. Terutama jika website kamu sudah punya banyak artikel dan visitor berjibun.

Setahun lebih menjadi fulltime blogger

Beberapa orang mungkin akan mengatakan bahwa keputusan yang saya ambil nekat, atau semacamnya.

Jadi, lebih dari setahun lalu saya bekerja sebagai content writer di sebuah perusahaan.

Pekerjaan sebagai content writer bisa saya jalani dengan tanpa hambatan.

Karena sebelumnya saya sudah biasa penulis lepas di beberapa media online.

Suatu hari, saya tiba-tiba terpikir untuk keluar dari pekerjaan saya.

Alasannya?

Sangat klise.

Jenuh.

Dengan pekerjaan, dengan kemacetan–baik saat berangkat maupun pulang kerja.

Well, akhirnya saya benar-benar melakukan hal tersebut. Resign dari perusahaan kemudian memulai petualangan baru sebagai…

…fulltime blogger.

Oh, ya. Sekitar 3 bulan sebelum resign, saya sebenarnya sudah membuat sebuah blog.

Jadi, ketika sudah tidak bekerja lagi, saya sudah ada blog yang siap jalan. Dalam artian sudah terpasang AdSense, walaupun penghasilannya masih belum seberapa.

Di awal-awal nganggur, terasa cukup berat.

Membangun blog seorang diri. Menulis sendiri. Melakukan promosi sendiri. Melakukan link building sendiri. Makan makan sendiri, cuci baju sendiri.

Pokoknya semuanya dilakukan sendiri.

Lebih dari satu tahun kemudian, tepatnya hari ini.

Saya bersyukur bahwa pendapatan saya sebagai fulltime blogger kini lebih besar dari pekerjaan saya dulu sebagai content writer di perusahaan.

Porsi menulis juga sudah lebih jarang, tidak seperti di awal-awal. Intinya lebih santai lah.

Dan yang paling penting, saya tidak punya bos. Saya juga tidak perlu bermacet-macetan tiap pagi dan sore.

Kini setelah blog utama sudah menghasilkan cukup uang jajan setiap bulan, saya mulai membangun blog-blog berikutnya.

Rencana saya seperti ini. Blog utama saat ini, sebut saja blog A akan tetap saja jadikan sebagai blog utama.

Dalam artian blog A akan jadi blog yang paling sering di update.

Sedsngkan blog-blog lainnya akan jadi blog yang lebih jarang di update. Karena nantinya blog-blog ini merupakan niche blog.

Jadi memang tidak perlu terlalu sering di update.

Nah, alasan kenapa saya membuat blog WordPress ini adalah sebagai jurnal pribadi.

Semacam catatan perjalanan saya sebagai seorang fulltime blogger.

Tapi walaupun begitu nantinya saya juga mungkin akan sering nulis hal-hal personal seperti keseharian, traveling, dan lainnya.

Ok, let’s go.